Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Mitra Vol. 2, No. 3, Th. 2019

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Mitra Vol. 2, No. 3, Th. 2019

File PDF jurnal lengkap dapat dilihat di akhir artikel.

----------

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI MEDIA FILM KARTUN SISWA KELAS VII E MTS NEGERI 1 PALU 

HURMA, S.Pd.,M.Pd.
MTs Negeri 1 Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan proses dan hasil kemampuan bercerita menggunakan media film kartun siswa kelas VII.E MTs. Negeri 1 Kota Palu Tahun Ajaran 2017/2018. Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan II. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode tes, dan metode dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil proses pembelajaran diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Pada siklus I pertemuan 1 prosentase aktivitas siswa mencapai 42,85% dengan kategori kurang baik, pada siklus I pertemuan 2 menjadi 60% dengan katagori cukup (terjadi peningkatan 17,15%). Sedangkan pada siklus II pertemuan 3 prosentase aktivitas siswa mencapai 74% dengan baik, dan pada pertemuan 4 siklus II menjadi 88,57% dengan katagori sangat baik, (terjadi peningkatan 14,57%) sehingga terjadi peningkatan cukup signifikan dalam aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II yaitu (31,72%). (2) Kemampuan bercerita siklus I pertemuan 1 mencapai nilai rerata secara klasikal sebesar 60.2 masuk dalam kategori cukup dengan tingkat ketuntasan 35,9%, pada pertemuan 2 mencapai nilai rerata secara klasikal sebesar 70 masuk dalam kategori baik dengan ketuntasan 58,97%, siklus II pertemuan 3 mencapai nilai rerata secara klasikal sebesar 76.9 masuk dalam kategori baik dengan tingkat ketuntasan 87,18%; pertemuan mencapai nilai rerata secara klasikal sebesar 82.7 masuk dalam kategori baik dengan ketun tasan 97,24%. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar dan ketrampilan bercerita dengan media film kartun sudah sangat baik.

Kata kunci: kemampuan bercerita, media film kartun 

----------

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MERANCANG MODEL DISCOVERY LEARNING MELALUI WORKSHOP DI MTS N 1 KOTA SEMARANG 

Drs. H. ASRONI, M.Ag.
MTs Negeri 1 Kota Semarang, Semarang, Jawa Tengah

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan Model Discovery Learning melalui workshop, serta meningkatkan kompetensi Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Semarang dalam menyusun Model Discovery Learning. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan respon guru terhadap adanya kegiatan workshop yang dilakukan. Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan masingmasing siklus terdiri atas empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dari hasil analisis diperoleh informasi bahwa terjadi peningkatan keamampuan Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Semarang dalam merancang Model Discovery Learning. Peningkatan itu ditunjukkan (1) kemampuan Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Semarang ketika merumuskan masalah dalam Model Discovery Learning, dari 17% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II; (2) kemampuan Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Semarang ketika membuat hipotesis dalam Model Discovery Learning meningkat, dari 17% pada siklus I menjadi 100% pada siklua II; (3) kemampuan Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Semarang ketika melakukan pengumpulan data dalam melaksanakan Model Discovery Learning, dari 33% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II; (4) kemampuan Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Semarang ketika membuat kesimpulan dalam Model Discovery Learning, dari 33% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II; (5) Kemampuan Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Semarang ketika mengkomunikasikan pada Model Discovery Learning, dari 27% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Informasi lain menunjukkan bahwa respon Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Semarang dalam mengikuti proses workshop dalam rangka merancang Model Model Discovery Learning 80% sangat baik dan 20% merespon baik. Ini menunjukkan bahwa Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Semarang sangat mengharapkan adanya workshop dalam meningkatkan kompetensi mereka.

Kata kunci: workshop, kompetensi guru madrasah, discovery learning 

----------

IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN REALISTIC PHYSICS EDUCATION (RPE) PADA BAHASAN PESAWAT SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII-B SMP NEGERI 2 PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN 

ANIK RUBIANI, S.Pd.
SMP Negeri 1 Plaosan, Kabupaten Magetan

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan diimplementasikan pendekatan Realistics Physics Education (RPE) untuk meningkatkan aktivitas psikomotor dan prestasi belajar pada bahasan pesawat sederhana siswa kelas VIII-B SMP Negeri 2 Plaosan Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas merupakan suatu proses yang memiliki siklus yang bersifat berdaur ulang mulai dari perencanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan Realistics Physics Education (RPE) pada bahasan pesawat sederhana dapat meningkatkan aktivitas psikomotor dan prestasi belajar siswa. (1) Skor rata-rata aktivitas psikomotor yang diperoleh pada siklus I adalah 2,97 pada kualitas 74,25% pada kategori cukup baik. Skor rata-rata yang diperoleh pada siklus II adalah 3,21 pada kualitas 80,25% pada kategori baik. (2) Prestasi belajar siswa kelas VIII B semester genap SMP Negeri 2 Plaosan Kabupaten Magetan tahun pembelajaran 2013/2014. Kemampuan kognitif siswa sebelum dilakukan tindakan nilai rata-ratanya 55,0 setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai rata-rata 68,28 dan siklus II 76,37. Ketuntasan siklus I sebesar 44,19% meningkat pada siklus II pada tingkat 81,40%.

Kata kunci: pendekatan Realistics Physics Education (RPE), aktivitas psikomotor dan prestasi belajar, pesawat sederhana 

----------

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SEKOLAH MELALUI INOVASI PROGRAM DAN AKTIVITAS 

A.H. MOESTOFA, M.Pd,
SMP Negeri 2 Sugihwaras, Kebupaten Bojonegoro

Abstrak: Kepala Sekolah memiliki peran yang penting dalam menentukan prestasi sekolah. Agar menjadi sekolah yang berprestasi perlu dilakukan inovasi. Berkaitan dengan hal tersebut, tujuan penulisan best practice adalah untuk menentukan inovasi dalam meningkatkan prestasi sekolah dan menentukan langkah-langkah dalam melaksanakan inovasi. Inovasi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah untuk meningkatkan prestasi SMP Negeri 2 Sugihwaras antara lain: (1) Kepala Sekolah sebagai guru model, (2) program Bahasa Inggris, (3) pesantren anak negeri, dan (4) pengadaan bus sekolah. Langkah yang dilakukan Kepala Sekolah sebagai guru model yaitu dengan membimbing dan memberi contoh/ model perangkat pembelajaran yang dibuat oleh kepala sekolah sendiri dan menjadi guru model bagi guru IPA dalam mengajar serta ikut mengajar dalam bimbingan belajar mata pelajaran UNAS.Hal-hal yang dilakukan dalam program Kegiatan Bahasa Inggris antara lain: (1) English Club setiap hari Selasa, Jum’at dan Sabtu, (2) upacara bendera dalam Bahasa Inggris satu kali setiap bulan, (3) English Camp selama satu bulan di sekolah, (4) role play at The Market, (5) public speaking, (6) mengirim anak untuk kursus Bahasa Inggris di Pare selama 3 bulan. Kegiatan Pesantren Anak Negeri antara lain (1) Sholat dhuha bersama setiap hari Rabu dan kamis, dan (2) hafalan Surat Al Quran, ayat-ayat pendek, praktek ibadah dan do’a. Dampak inovasi yang dilakukan sekolah (1) peningkatan jumlah pendaftar peserta didik baru, (2) terbentuknya school branding, dan (3) peningkatan prestasi akademik dan non akademik

Kata Kunci: Prestasi sekolah, inovasi progran dan aktivitas 

----------

PENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA-FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN PRAKTIKUM DENGAN MEMANFAATKAN ALAT DAN BAHAN DI LINGKUNGAN SEKITAR PADA SISWA KELAS VII MTs N 1 KOTA SEMARANG 

ROESIJANTI EKANINGSIH, S.Pd.
MTs Negeri 1 Kota Semarang, Semarang, Jawa Tengah

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peningkatan hasil belajar melalui pembelajaran praktikum dengan memanfaatkan alat dan bahan di lingkungan sekitar pada pokok bahasan kalor di MTs N 1 Kota Semarang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus yang terencana. Masing- masing siklus merupakan rangkaian tahapan Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Siklus II bertujuan untuk memperbaiki kekurangn yang ada pada siklus I. hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut. Pertama, dari hasil observasi terhadap proses pembelajaran praktikum menunjukkan adanya peningkatan dari 66,31% menjadi 76,84%. Kedua, dari data yang telah didapat pada siklus I nilai rata-rata tes awal siswa 57,63 dan nilai rata-rata tes akhir/ ulangan harian siswa 63,34. Presentase ketuntasan klasikal tes awal 42,1%, setelah praktikum diberikan presentase ketuntasan naik menjadi 68,42%. Pada siklus II rata-rata tes awal 62,76 dan nilai rata-rata tes akhir 71,13. Presentase ketuntasan klasikal pada tes awal adalah 73,68% dan presentase ketuntasan klasikal tes akhir 84,21%. Jika dilihat dari tiap siklus ketuntasan belajar mengalami kenaikan. Dan jika dilihat dari ketuntasan belajar tes akhir/ ulangan harian dari siklus I 68,42% ke siklus II 84,21% mengalami kenaikan sebesar 15,79%. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas siklus pertama dan suklus kedua, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran praktikum dengan memanfaatkan alat dan bahan di lingkungan sekitar dapat meningkatkan hasil belajar IPA Fisika di MTs N 1 Kota Semarang dalam kegiatan pembelajaran IPA Fisika pokok bahasan Kalor. Ketiga, hasil angket tangapan siswa terhadap pembelajaran praktikum menunujukkan adanya peningkatan dari siklus I sebesar 62,81% menjadi 73,33% pada siklus II naik sebesar 10,53%. Hal ini terjadi karena dengan pembelajaran praktikum siswa lebih bersemangat dalam belajar mempermudah pemahaman materi dan menjadikan siswa lebih berani menguingkapkan pendapatnya.

Kata kunci; praktikum, alat dan bahan di lingkungan sekitar bahasan kalor 

----------

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA KELAS VII, VIII, DAN IX DALAM PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI KLINIS DI SMP NEGERI 1 SUMBERREJO KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 

Drs. MATADJI, M.A.
SMP Negeri 1 Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro

Abstrak: Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru matematika kelas VII, VIII, dan IX dalam penggunaan metode pembelajaran melalui supervisi klinis di SMP negeri 1 Sumberrejo tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan. Tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengguakan metode pembelajaran pada Guru matematika kelas VII, VIII, dan IX adalah melalui Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) melalui teknik supervisi klinis. Mengacu pada hasil penelitian tindakan sekolah melalui kegiatan pembinaan akademik disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran melalui supervisi klinis merupakan salah satu solusi yang cukup efektif. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil akhir penelitian dimana guru dapat menguasai indikator yang ada dalam menentukan metode pembelajaran dan mencari metode yang benar-benar tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran serta kondisi lingkungan kelas dan lingkungan sekolah itu sendiri yang selanjutnya memberikan manfaat bagi peningkatan prestasi belajar siswa dan peningkatan mutu sekolah.

Kata kunci: kemampuan guru matematika, kelas VII, VIII, dan IX, supervisi klinis 

----------

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM PADA SISWA MTS N 1 KOTA SEMARANG TAHUN 2018

UMI FATKHIYAH, S.Ag., M.Pd.I.
MTs N 1 Kota Semarang, Semarang, Jawa Tengah

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika pembelajaran SKI pada siswa MTs N 1 Kota Semarang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik, dan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengatasi problematika pembelajaran SKI. Jenis penelitian ini adalah termasuk penelitan lapangan (field research) dan bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini, berupa sumber data primer, meliputi hasil wawancara waka kurikulum madrasah, hasil wawancara guru SKI, dan hasil wawancara siswa; dan sumber sekunder meliputi dokumen RPP guru SKI, profil madrasah dan foto-foto kegiatan pembelajaran. Adapun metode yang digunakan selama penelitian adalah metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran SKI di MTs N 1 Kota Semarang menggunakan metode ceramah, mendikte, meresum, membuat kata kunci, menghafal, siswa menjelaskan, tanya jawab, latihan soal, penayangan video dan diskusi. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru menggunakan strategi belajar menyesuaikan kondisi siswa. Problematika pembelajaran SKI meliputi: masa beradaptasi dengan sekolah baru (khusus kelas VII), menghafalkan materi banyak, terlambat mencatat, mengingat nama daerah, tahun dan tanggal peristiwa sejarah, serta motivasi membaca siswa rendah. Untuk mengatasi problematika tersebut, guru melakukan: variasi metode pembelajaran, merangkumkan materi, membuat kata kunci, mengadakan latihan soal setiap akhir pembelajaran dan memotivasi siswa.

Kata Kunci: Pembelajaran SKI, Problematika, Solusi. 

----------

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA PADA SISWA KELAS IV SDN SAWAHAN KABUPATEN MADIUN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 

MARYONO, S.Pd.
SD Negeri Sawahan, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi melalui penerapan metode tutor sebaya siswa kelas IV SDN Sawahan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (obseving), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu mengunakan rumus mean atau rata-rata. Mengacu pada hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini maka dapat disimpulkan bahwa: ada peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi melalui penerapan metode tutor sebaya siswa kelas IV SDN Sawahan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai rata-rata kemampuan menulis karangan diskripsi pada siklus I: 70 dan pada siklus II: 77,22.

Kata Kunci: Kemampuan menulis, metode tutor sebaya 

----------

PENINGKATAN PEMAHAMAN HUBUNGAN GAYA DAN GERAK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK PADA SISWA KELAS V SDN BAKUR 01 KABUPATEN MADIUN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 

SULISTIJOWATI, S.Pd.
SD Negeri Bakur 01, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan peningkatan pemahaman hubungan gaya dan gerak siswa Kelas V SDN Bakur 01 Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2018/2019 melalui model pembelajaran Talking Stick. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru lain serta dengan kepala sekolah. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (obseving), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu mengunakan rumus mean atau rata-rata. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai rata-rata pada siklus I 68,67 dengan ketuntasan belajar 66,67% dan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 76,67 dengan ketuntasan belajar 86,67%. Mengacu pada hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini maka dapat disimpulkan bahwa: ada peningkatan pemahaman hubungan gaya dan gerak siswa Kelas V SDN Bakur 01 Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2018/2019 melalui model pembelajaran Talking Stick.

Kata Kunci: pemahaman hubungan gaya dan gerak, model pembelajaran talking stick 

----------

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENDISKRIPSIKAN SIKAP DEMOKRATIS MELALUI PEMBELAJARAN TIME TOKEN SISWA KELAS II SDN SAWAHAN KABUPATEN MADIUN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 

SUTJIATI, S.Pd.
SD Negeri Sawahan, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan peningkatan kemampuan mendiskripsikan sikap demokratis siswa kelas II SDN Sawahan Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2018/2019 melalui pembelajaran Time Token?. Dan tujuan penelitian ini adalah meningkatkan prestasi belajar PKn pada materi sikap demokrasi melalui pembelajaran Time Token siswa kelas II SDN Sawahan Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2018/2019. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil tes pada siklus I sebesar 68,136 dan 78,75 pada siklus II. Sedangkan untuk pencapaian ketuntasan belajar individual, siklus I sebesar 68,75% dan siklus II sebesar 90,63%. Terjadinya hipotesis tindakan dalam penelitian ini, yang menyatakan bahwa ada peningkatan kemampuan mendiskripsikan sikap demokratis siswa kelas II SDN Sawahan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019 melalui pembelajaran time token dapat diterima kebenarannya.

Kata Kunci: prestasi belajar, pembelajaran time token 

----------

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJELASKAN SIMBOL SILA-SILA PANCASILA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT PADA SISWA KELAS I SDN PULE KABUPATEN MADIUN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 

WARSIYAH, S.Pd.SD.
SD Negeri Pule, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament terhadap hasil belajar PKn siswa Kelas I SDN Pule Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2018/2019? 2) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran PKn setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament pada siswa kelas I SDN Pule Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2018/2019? Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Pule Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2018/2019. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu siklus I nilai rata-rata sebesar 67,50 dan ketuntasan belajar 62,50% dan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 78,75 dan ketuntasan belajar 87,50%, maka dapat diambil kesimpulan Ada Peningkatan Kemampuan Menjelaskan Simbol Sila-Sila Pancasila Melalui Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament Siswa Kelas I SDN Pule Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019.

Kata Kunci: prestasi belajar pkn, metode kooperatif model team games tournament 

----------

PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING(CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN PADA SISWA SMP NEGERI 1 TAKERAN KELAS VII TAHUN PELAJARAN 2018/2019 

SUHARSINI, S.Pd.
SMP Negeri 1 Takeran, Kabupaten Magetan

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar biologi dengan menerapkan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada konsep pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Takeran Magetan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), PTK dilaksanakan sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan yang muncul di dalam kelas. Metode ini dilakukan dengan empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Keempat tahapan tersebut merupakan siklus yang berlangsung secara berulang dan dilakukan dengan langkah-langkah yang sama dan difokuskan pada pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut dapat dilihat melalui siklus yang telah dilakukan. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa 42,56 pada saat pretes dan 71,39 dengan ketuntasan 63,89% pada saat postes. Sementara pada siklus II rata-rata hasil belajar pretes dan 78,75 dengan ketuntasdan 97,22%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada konsep pencemaran lingkungan.

Kata Kunci: Konstruktivisme, CTL, Pencemaran dan Lingkungan.

----------

Bagi anda yang ingin mengunduh atau download soft copy (file) jurnal ataupun memesan jurnal (cetak) silahkan hubungi kontak kami. Bagi anda yang berminat agar artikel, karya ilmiah, atau PTK dimuat di jurnal kami, silahkan klik tautan berikut.

Klik ikon pada bagian pojok kanan atas file pdf untuk membuka tampilan penuh (fullscreen).



EmoticonEmoticon